Tips Wawancara: Rasa Percaya Diri Modal Awal Sukses

LOKER MANTAP - Tips Wawancara: Rasa Percaya Diri Modal Awal Sukses. Kali ini, Loker Mantap memberikan Tips kepada Anda ketika sedang manjalani atau ingin test wawancara kerja.

Tips Wawancara: Rasa Percaya Diri Modal Awal Sukses

Dua orang pelamar officer development program sebuah perusahaan memasuki ruang wawancara. Dilihat dari prestasi akademis, pelamar kedua mempunyai kemampuan yang lebih tinggi karena memiliki kemampuan eksakta yang kuat dan IPK di atas 3,5. Sementara pelamar pertama mempunyai kemampuan yang sedikit di atas rata-rata.

Namun, ketika menjawab pertanyaan dari para pewawancara, pelamar kedua menjawab terbata-bata karena gugup. Pelamar pertama yang mempunyai kemampuan "biasa-biasa" saja justru menjawab pertanyaan dengan lugas meskipun kemampuan bahasa Inggris tidak terlalu fasih. Dari kedua kandidat, ternyata pelamar pertama yang diterima. Meskipun kemampuan akademisnya hanya sedikit di atas rata-rata. Ia memiliki kepercayaan diri tinggi dalam berkomunikasi dengan orang lain.

Rasa percaya diri sepertinya hal yang sederhana. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa sikap ini merupakan landasan kesuksesan, baik dalam bidang pendidikan, karier, maupun hubungan interpersonal. Sebaliknya, banyak orang yang menganggap kemampuan dirinya terlalu rendah bila dibandingkan dengan orang lain. Akibatnya, potensi terpendam kurang tergali. Kesuksesan pun hanya sebatas angin.

Rasa Percaya Diri [PEDE] Modal Awal Sukses
Sebenarnya ada hal-hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mendongkrak rasa percaya diri. Berikut ini beberapa diantaranya:

Kenali Diri Sendiri
Pengenalan akan diri sendiri memang perlu. Saat seseorang melihat ke dalam, ia mengetahui potensi diri yang sebenarnya sekaligus ketakutan dan kelemahannya. Kenali kemampuan diri sebagai bekal utama menuju kesuksesan. Kelemahan tidak seharusnya menjadi penghalang atau justru ditutup-tutupi. Ada baiknya Anda perlu melakukan beberapa sikap untuk memperbaiki kelemahan diri. Mungkin tidak bermaksud menjadikan suatu kelemahan sebagai kelebihan, tetapi mengupayakan agar kelemahan semakin berkurang.

Membuka Diri
Tinggal dalam lingkungan yang sama dan bergaul dengan orang-orang yang sama akan membuat perkembangan diri menjadi terbatas. Cobalah keluar dari zona nyaman, bergaul dengan orang-orang baru, raup informasi teranyar, dan kembangkan bakat. Anda akan menyadari bahwa diri Anda lebih berharga. Kemukakanlah pemikiran dan pendapat Anda dengan baik dan terbuka.

Berpikir Positif dan Konsisten
Berpikir postif itu mudah. Namun, menjalankan pemikiran tersebut membutuhkan komitmen yang tinggi. Selain itu, sikap yang konsisten dibutuhkan agar seseorang tidak lantas patah arang saat terjadi masalah. Pemikiran positif akan membawa seseorang menuju kesuksesan bila diimbangi dengan sikap dan konsistensi dalam memegang teguh komitmen.

Menghargai Orang Lain
Hindari bersikap menganggap orang lain sebagai musuh atau saingan. Sebaliknya, akuilah kelebihan setiap orang. Dari situ, Anda akan dihargai dan akan mempelajari banyak hal mengenai bersikap di hadapan banyak orang.

Bersyukur Kepada Tuhan
Cermatilah pencapaian Anda dan segala sesuatu yang Anda miliki. Sikap yang bersyukur kepada Tuhan akan membuat Anda merasa lebih berbahagia dan tenang dalam menjalani hidup. Bagaimana jika sesuatu belum terjadi? Dengan Bersyukur kepada Tuhan. Anda akan menjalani proses dalam mencapai target dengan lebih yakin.

Tersenyumlah
Masalah memang tiada habisnya. Namun, bukan berarti nasib Anda berada di bawah masalah yang datang bertubi-tubi. Sunggingkan senyum ketika masalah datang menghampiri Anda. Masalah memang tidak hilang. Akan tetapi, senyuman membuat perasaan Anda lebih baik ketika menghadapi masalah tersebut.

Itulah beberapa Tips kali ini. Semoga bermanfaat dan sukses menyertai Anda. Tuhan memberkati.

Artikel ini disadur dari: Koran Kompas Edisi Cetak, Kolom Klasika, Hal. 37, Edisi Kamis 5 Juni 2014.

1 Response to "Tips Wawancara: Rasa Percaya Diri Modal Awal Sukses"

  1. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete